Rabu, 23 Juni 2010

EDYWORLD

EDYWORLD


Secara Matematis, Indonesia Bisa Lolos ke Piala Dunia 2014

Posted: 22 Jun 2010 07:35 AM PDT





Teori Permainan

Dalam sepakbola, kita mengenal adanya tendangan pinalti bahkan kita juga mengenal istilah "drama adu pinalti" ketika kemenangan suatu tim tergantung dari berhasil atau tidaknya sebuah tendangan pinalti. Ketika terjadi tendangan pinalti, seorang pemain harus menghadapi penjaga gawang tim lawan dalam adu mentalitas.

Setiap pemain harus memutuskan ke arah mana dia akan menendang bola. Setelah seorang pemain menendang bola, umumnya hanya dibutuhkan waktu 0.3 detik sebelum bola tersebut masuk ke gawang dan untuk mampu menghadang bola tersebut seorang penjaga gawang harus memutuskan ke arah mana dia harus melompat bahkan sebelum bola tersebut ditendang. Lalu tindakan apakah yang paling optimal bagi pemain dan penjaga gawang?

Teori Permainan atau lebih dikenal sebagai Game theory, berperan untuk memberikan analisis matematika dari suatu permainan. Permainan disini adalah segala bentuk interaksi antar individu yang mencoba menerapkan strategi tertentu untuk mencapai hasil optimal. Dari pengertian di atas, tendangan pinalti dalam sepakbola bisa dilihat sebagai bentuk aplikasi dari teori permainan.

Berdasarkan teori permainan, tindakan yang paling optimal dari seorang pemain dan penjaga gawang adalah untuk senantiasa memastikan bahwa arah tendangan maupun lompatannya tidak bisa diprediksi oleh lawan. Salah satu hasil riset yang dilakukan oleh Ignacio Palacios-Huerta, seorang ahli ekonomi dari Universitas Brown, mengungkapkan bahwa dalam tendangan pinalti, para pemain sepakbola profesional telah benar-benar mampu mengaplikasikan teori permainan secara optimal.

Teori Keputusan

Dalam setiap pertandingan seorang pelatih sepakbola harus mampu memutuskan strategi yang paling tepat untuk bisa memenangkan pertandingan. Dia harus mampu menganalisa berbagai variabel yang ada, seperti kemampuan fisik dan mental dari tiap-tiap pemainnya, kelemahan dan kelebihan pemain lawan, berbagai kemungkinan strategi yang digunakan lawan, dan masih banyak variabel-variabel lainnya yang membuat analisis menjadi sangat komplek. Dalam matematika dan ekonomi terdapat suatu topik bahasan yang dikenal sebagai teori keputusan, yang membahas bagaimana seorang pengambil keputusan harus mengambil keputusan dan bagaimana cara menentukan suatu keputusan yang optimal.

Prozone

Salah satu syarat mutlak pengambilan keputusan yang optimal adalah keseterdiaan data yang memadai dan akurat. George Fuechsel, seorang teknisi di IBM, mengenalkan istilah Garbage In Garbage Out (GIGO), untuk menggambarkan kualitas dari suatu proses pengolahan data, semakin akurat data yang dikumpulkan semakin akurat pula hasil yang diperoleh dan sebaliknya. Menyadari pentingnya ketersediaan data yang akurat Ram Mylvaganam and Neil Ramsay dua orang pengusaha dan pencinta sepakbola melihat hal tersebut sebagai suatu peluang bisnis yang menjanjikan. Pada tahun 1998 mereka bersama-sama para ahli di bidang olahraga, matematika, dan tehnologi informasi menciptakan suatu sistem analisis pertandingan yang dinamakan Prozone dan sekaligus menggunakannya sebagai nama perusahaan mereka.

Sistem ini menggunakan 12 sensor yang ditempatkan di pinggir lapangan untuk memonitor setiap pergerakan pemain dan mengumpulkan data pertandingan secara akurat. Dari data yang terkumpul, sistem ini kemudian mampu memberikan analisis yang mendetail, yang kemudian menjadi salah satu elemen penting dalam merumuskan strategi pertandingan yang tepat. Saat ini, hampir seluruh tim di Liga Utama Inggris telah memanfaatkan Prozone dalam setiap pertandingan mereka.

Chelsea, ketika menjuarai Liga Utama Inggris 2004/2005 dan 2005/2006, juga Manchester United yang berhasil menjadi jawara tahun lalu, juga menggunakan sistem analisis pertandingan Prozone dalam upaya mereka merebut gelar juara. Sir. Clive Woodward, pelatih tim nasional rugbi Inggris ketika berhasil merebut Piala Dunia 2003, secara terang-terangan menyatakan peranan penting prozone dibalik kesuksesannya. Prozone juga memegang peranan penting dibalik kesuksesan tim nasional rugbi Afrika Selatan dalam merebut Piala Dunia 2007.

Prozone seperti halnya berbagai produk analis lainnya hanyalah bahan dasar dari suatu proses perumusan strategi atau pengambilan keputusan. Pelatih atau pihak yang bertugas merumuskan strategi dan mengambil keputusan tetap menjadi pemeran utama dalam menentukan apakah data hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal atau tidak.

Indonesia ke Piala Dunia 2014

Bahasan singkat di atas hanya untuk menunjukkan bahwa pengaplikasian ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sepakbola dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan prestasi.

Tidak ada jaminan bahwa jika tim nasional kita memanfaatkan atau menciptakan suatu sistem analis pertandingan sejenis Prozone maka tim nasional kita akan bisa berlaga di Piala Dunia 2014. Tetapi penulis yakin, jika PSSI bersedia lebih mengoptimalkan pengaplikasian ilmu dan teknologi, baik dalam proses pencarian pemain berkualitas, dalam penyelenggaran kompetisi, dalam pembinaan serta pelatihan tim nasional, dan dalam berbagai aspek pendukung lainnya, maka kita akan lebih tahu bagaimana caranya untuk bisa berlaga di putaran Piala Dunia 2014.

Sayangnya fakta yang ada belum bisa membawa kita bangun dari mimpi, jangankan memilih 11 orang yang berkualitas untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2014, dalam upaya memilih satu orang sebagai pemimpin saja nampaknya PSSI masih belum memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.


sumber:http://netsains.com

Keren Gambar Pensil 3D

Posted: 22 Jun 2010 07:26 AM PDT

























Tentang Bola Jabulani

Posted: 22 Jun 2010 07:15 AM PDT

Apa itu Jabulani?



Piala Dunia berlangsung tiap empat tahun sekali, demikian juga halnya dengan bola yang akan digunakan di Piala Dunia akan diganti setiap empat tahun.

Kali ini, masih disponsori Adidas, nama Jabulani dipilih yang berarti 'merayakan' dalam bahasa isiZulu, yang digunakan sebagai bahasa pengantar oleh 25 persen warga Afrika Selatan.

Bola ini banyak menggunakan simbol angka 11. 11 warna berbeda yang terdapat dalam bola ini melambangkan 11 pemain yang ada dalam setiap tim, 11 bahasa resmi Afrika Selatan, isiZulu salah satunya, dan 11 suku yang membuat Afrika Selatan cukup beragam.

Desain bola ini diciptakan untuk memberikan penampilan unik dari semangat Afrika. Sama seperti desain luar stadion Soccer City di Johannesburg, desain bola ini menggambarkan Afrika Selatan yang penuh warna.

Bola yang menggunakan teknologi 'Grip n Groove' ini telah diuji di Universitas Loughborough dan kemudian oleh sejumlah klub top, seperti AC Milan dan Bayern Munchen, serta mendapat tanggapan positif dari sejumlah pemain bintang.

Kaka, misalnya, menganggap bola ini memiliki, "efek melayang yang tak tertandingi, dan membuatnya menjadi bola paling stabil dan akurat yang pernah ada dari Adidas."

Di sisi lain, kiper Petr Cech mengaku khawatir dengan semakin besarnya ancaman ke gawangnya. "Anda dapat merasakan adanya energi mengarah kepada anda. Seperti sebuah tembakan."

Kapten Jerman, yang juga rekan Cech di Chelsea, Michael Ballack merasa, "Ini fantastis, bola ini melakukan persis seperti apa yang saya inginkan."

Apa Jabulani sama saja kualitasnya dibanding bola-bola Piala Dunia sebelumnya?


Federale, 1934 & Super Duplo T, 1950



Tidak. Jabulani adalah bola yang dibuat dengan teknologi canggih. Jadi dibanding bola-bola Piala Dunia sebelumnya, Jabulani adalah bola yang dikatakan paling "sempurna".
Bagaimana dengan proses pembuatannya?


Apakah dalam pembuatan bola Jabulani diperlukan tes tes khusus?



Tentu saja. banyak sekali tes tes yang harus dilakukan untuk mendapatkan bola yang benar benar "sempurna". Seperti bola Jabulani ini. Pengetesan juga dilakukan dengan teknologi yang sangat canggih. Semua proses pengetesan bisa dilihat pada video diatas.

Terakhir, Masalah apa yang dihadapi oleh Jabulani saat ini?

mungkin bisa disimak berita ini:

Jabulani Merepotkan Semua Orang

PRETORIA, KOMPAS.com — Bek Serbia, Nemanja Vidic, menilai, bola resmi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Jabulani, merepotkan pemain di semua posisi. Dengan begitu, menurut dia, itu seharusnya tak menjadi alasan ketika sebuah tim kebobolan.

Jauh sebelum Piala Dunia ini bergulir, banyak pemain ternama mengkritik karakter Jabulani. Mereka menilai bola ini sulit dikendalikan atau ditebak arahnya.

"Orang sudah menyatakan pendapat mereka mengenai (Jabulani). Aku sendiri akan mengatakan bahwa bola ini sangat sulit bagi pemain depan dan bek. Yang bisa kukatakan adalah bahwa hal itu berlaku untuk semua orang," tambahnya.

Di Piala Dunia ini, sejumlah kalangan menyalahkan Jabulani atas insiden buruk yang menimpa timnya. Salah satunya adalah ketika Inggris melawan Amerika Setikat (AS), Sabtu (12/6/2010).

Saat itu, AS tertinggal 0-1 akibat gol Steven Gerrard pada menit keempat. Pada 36 menit berikutnya, mereka mampu menyamakan kedudukan melalui Clint Dempsey.

Kiper Inggris, Robert Green, sebetulnya sudah menangkap bola. Namun, entah mengapa, bola lepas dari penguasaannya dan bergulir masuk ke gawang. Laga itu pun berakhir imbang 1-1.

Jabulani Tak Cocok Untuk Tendangan Bebas

JOHANNESBRUG, KOMPAS.com - Pelatih Belanda, Bert van Marwijk, mengatakan timnya memiliki keunggulan dalam mencetak gol dari tendangan bebas. Namun, hal itu sulit terjadi akibat buruknya kualitas bola resmi Piala Dunia 2010 atau Jabulani.

Buruknya kualitas Jabulani memang jadi perbincangan, tak terkencuali oleh pelatih. Pelatih Inggris, Fabio Capello, menilai Jabulani-lah yang menyebabkan kiper Robert Green melakukan kesalahan fatal sehingga gawangnya kebobolan saat melawan Amerika Serikat. Hasilnya, Inggris yang unggul terlebih dahulu dipaksa bermain imbang 1-1.

Setali tiga uang, pelatih Aljazair, Rabah Saadane, juga menolak menyalahkan kiper Fawzi Chaochi atas kekalahan yang dialami timnya 0-1 saat melawan Slovenia, di babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Minggu (13/6/2010). Saadane berpendapat gol terjadi karena buruknya kualitas Jabulani.

Van Marwijk senada dengan kedua pelatih. Menurutnya, Jabulani akan menyulitkan timnya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Padahal, menurutnya, timnya memiliki pemain yang ahli dalam melakukan tendangan bebas seperti Wesley Sneijder.

"Sejauh ini, setiap ada tendangan bebas, saya lihat bola melayang tinggi di atas mistar seperti sulit untuk mengontrolnya. Selama kami berlatih di Austria, kami juga memiliki masalah dengan bola di dataran yang lebih tinggi namun selama berlatih di Rotterdam bola beraksi normal," paparnya.

Selain mengeluhkan Jabulani, Van Marwijk juga mengeluhkan kondisi lapangan. "Lapangan bagus, tetapi dasarnya terlalu keras dari biasanya. Jadi akan sangat sulit," jelasnya.
SUMBER




This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

thumbnail
Judul: EDYWORLD
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz